Setelah ketinggian kaus kaki mencapai ketinggian yang diinginkan, dimulai dengan FS, kita mulai bentuk Ribbing.
Ingat rencana ribbing di depan, di tahap 4?
Kita implementasikan ya rencana ribbingnya. Yang 2x2, langsung k2p2. Yang 3x3, langsung k3p3. Yang mau 4x4 juga boleh langsung k4p4.
Ketebalan ribbing ini idealnya 2-3 cm.
Setelah ribbing selesai, mari kita masuk ke stretchy bind off khusus kaus kaki!
Tahap 11:
Stretchy bind off!
Berhubung saya belum sempet bikin video, ngerajut kaus kakinya aja cuma sempet di bus kalo lagi di jalan, jadi kita pakai tutorial yang ada dulu ya. Ada 2 pilihan bind off yang bagus, dan tutorialnya cukup jelas.
Tutorial pertama bisa pakai ini:
Atau bisa juga pakai bind off yang ini.
Update: Tutorial singkat sudah saya upload ya
Segera setelah selesai mengerjakan kaus kaki pertama, langsung cast on untuk kaus kaki sisi sebelahnya ya.... kecuali kalau memang mengerjakan sekaligus.
Tahap 12:
Cuci dan blok. Biasanya ada alat khusus untuk membentuk kaus kaki (dari sejenis papan dengan bentuk kaki). Tapi kalau ngga punya, cukup dikeringkan dengan cara dijemur datar, pin jika perlu. Berhubung ini pola lace, jadi saya ngga pin dan ga di bentuk. Hanya ditarik2 saja sebelum dijemur.
Sekian tahap terakhir dari tutorial kaus kaki. Semoga teman2 berhasil. Kalau ada pertanyan silakan langsung posting di facebook group.
Kalau masih survive masuk ke bagian ini... HEBAAATTTT....
Di pertemuan ini, saya akan membahas soal membentuk tumit (heel) menggunakan short row dan lanjut ke pembentukan kaki (leg).
Sekarang kita bahas dulu soal pembentukan tumit. Pada prinsipnya, bagian tumit juga ada berbagai metode. Metode short rows ini adalah metode yang paling singkat dan menurut saya sih ngga ribet. Kelemahannya? bentuk kaus kaki jadi kurang mengikuti bentuk kaki. Misalnya, pada bagian sebelum mata kaki, bentuk kaki mulai menebal. Meskipun begitu, metode short row masih bisa mengakomodasi perubahan bentuk kaki, makanya masih jadi metode fave.
Short row apaan sih?
Short row itu pada intinya mengerjakan sebagian dari baris yang kita punya dan menambah jumlah baris pada bagian tersebut, tanpa memutus alur benang. kalau pernah dengar wrap & turn, sama aja. Short row ini banyak dipakai untuk membentuk di knitting. Misal, membentuk lingkar dada, terutama untuk para wanita yang dikaruniai aset berlebih. Ngga cuma lingkar dada, tapi juga lingkar perut, mungkin? Dipakai untuk membentuk kerutan, membentuk boneka, dan lain-lain.
Tahap 8:
Tumit
Setelah kita menyelesaikan body, kita langsung melakukan pembentukan tumit. Pembentukannya sendiri dimulai dengan penyempitan, dan dikembalikan dengan pelebaran.
Pertama, ingat kan, kalau di tahap 6 kita bagi-bagi sts? Sekarang kita akan mengerjakan sts belakang saja: Penyempitan tumit
Baris 1 (FS) : rajut sesuai pola, lalu pindah ke BS.
Selanjutnya adalah bagian short row
Baris 1 (BS, RS - right side) : K hingga 1 st terakhir, wrap (bungkus) st terakhir tersebut dengan benang dengan cara memutarkan benang berjalan dari belakang st (WS) ke depan st (RS). Balik rajutan (turn), sehingga sekarang kita mengerjakan wrong side (WS) dari sisi tumit.
Baris 2 (BS, WS): P hingga 1 st terakhir, bungkus st tersebut dengan memutarkan benang berjalan dari belakang (WS) ke depan (RS). Balik rajutan, sehingga sekarang kita mengerjakan RS tumit.
Baris 3 (BS, RS): K hingga 1 st sebelum st yang telah dibungkus, bungkus st tersebut dan balik.
Baris 4 (BS, WS): P hingga 1 st sebelum st yang telah dibungkus, bungkus dan balik
Lanjutkan baris 3 dan 4 hingga jumlah sts di tengah yang TIDAK TERBUNGKUS sejumlah 1/2 atau 2/3 CO (lihat tahap 6).
Berakhir dengan membalik ke sisi RS. Catatan: contoh, saya punya 44 sts, dia sudah pasti 22 di depan (FS) an 22 di belakang (BS). Bagian yang dipakai untuk short row hanya 22 sts yang ada di BS. Jadi Baris 1 (FS) adalah k21, bungkus, balik. Baris 2 (BS) adalah p20, bungkus, balik. Baris 3 (FS) adalah k19, bungkus, balik. Dan seterusnya hingga total sts di tengah yang tidak terbungkus ada 11 sts. Pelebaran tumit
Baris 1 (BS, RS):
K hingga st yang terbungkus
Angkat pembungkus ke belakang st yang dibungkus (jadi ada 2 sts, pembungkus dan terbungkus).
K kedua sts tersebut bersamaan
bungkus st berikutnya (st yang terbungkus di baris sebelumnya), balik rajutan.
Baris 2 (BS, WS):
Purl hingga st yang terbungkus
Angkat pembungkus supaya berada di depan st yang dibungkus (st pembungkus lebih dekat dengan kita)
P kedua sts bersamaan
bungkus st berikutnya, balik rajutan.
Ulangi baris 1 dan 2 tersebut hingga seluruh K yang terbungkus (berarti sisi kiri tumit) sudah diangkat semua, tersisa 1 st terbungkus di sisi kanan tumit yang belum dikerjakan.
Tutorial dari saya bisa dilihat di bawah sini:
Selamat, anda telah berhasil membentuk tumit! (Please stop and admire your work)
Lanjut ke pembentukan leg!
Tahap 9:
Pembentukan bagian kaki (leg)
Bagian leg dikerjakan dengan 2 opsi, seperti yang saya jelaskan singkat di bagian 7 soal modifikasi.
Pilihan 1:
Pola hanya di bagian tengah, melanjutkan apa yang sudah dikerjakan di tahap 7:
Baris 1 (FS): sesuai pola
Baris 1 (BS):
Angkat pembungkus st dan letakkan di belakang st yang dibungkus.
Knit kedua st bersamaan.
Lanjutkan k hingga st terakhir.
Baris 2 (FS): sesuai pola
Baris 2 (BS): k all sts
Ulangi baris 2 hingga mencapai tinggi kaus kaki yang diharapkan. Jangan lupa cek jumlah benang cukup atau tidak ya, apalagi buat kaus kaki yang sebelahnya.
Umumnya, tidak perlu dilakukan pelebaran lingkar kaus kaki apabila kaus kaki hanya setinggi 1/2 betis. Namun, apabila kaus kaki mau diperpanjang hingga tepat di bawah lutut, misalnya, pelebaran harus dilakukan mulai dari 1/3 tinggi betis hingga ke puncak betis. Lalu dikecilkan lagi hingga lebarnya cukup di bawah lutut.
Cara menghitungnya sama seperti menghitung CIR. Jumlah baris jangan lupa dihitung dengan cara yang sama di tahap 7. Jangan lupa juga pola yang dipakai di bagian belakang ikut dihitung supaya penambahan st nya tetap terlihat cantik.
Lanjut ke tutorial terakhir ya... dikit lagi beres!
Halo, ketemu di tutorial Toe Up Sock bagian kedua.
Sesuai dengan kurikulum, saya akan mengajarkan Cast on dan membuat Badan kaus kaki. Ada 3 tahap dalam bagian ini, yaitu (1) cast on, (2) increase, dan (3) rajut badan.
Sebelum saya mulai mengajar, saya cerita-cerita dulu ya soal pembuatan kaus kaki.
Ada beberapa pilihan dalam pembuatan kaus kaki, dan 2 yang paling populer adalah
(1) Toe up, alias dari jemari ke arah kaki;
(2) Top down, alias dari kaki ke arah jemari.
Metode lainnya ada juga, seperti
(3) Flat, alias rajutannya dibuat datar, baru dijahit menjadi satu (bayangkan kaus kaki digunting pinggirannya). Biasa dipakai sekarang untuk membuat kaus kaki tebal khusus rumah saat winter, atau kalau memakai benang ekstra tebal.
(4) Tubular, bagian badan kaki dibuat duluan, lalu dirajut ke arah jemari, dan ke arah kaki. kesannya ribet, tapi bagi yang ini customized toe (seperti kaus kaki dengan jari, atau kaus kaki ala jepang dengan satu jempol dan sisa jemari, semi-fingerless, atau fingerless untuk yoga). Bagian badan kaki bisa dibuat sideways atau seperti toe-up.
Nah, untuk tutorial saya kali ini (dulu pernah buat juga, sayang ga sempat di save waktu website merajut.com habis masa berlaku), saya pilih toe-up dengan keuntungan sebagai berikut:
1. Bisa dicoba sambil dirajut
2. Panjang kaus kaki bisa disesuaikan dengan banyaknya benang yang kita miliki.
Semoga penjelasan singkatnya cukup, kalau mau browsing2 gimana cara merajut metode lain, silakan ya :)
Tahap 5:
Cast on
Alkisah, ada seorang sock knitter yang suka banget bikin kaus kaki. Saking senengnya, dia memodifikasi metode cast-on yang membuat hasil cast-on nya ngga keliatan di balik toe kaus kaki. Knitter tersebut adalah Judy Becker, dan metode cast-on yang dia populerkan disebut Judy's Magic Cast On.
Melalu video, beliau menjelaskan sendiri di bawah ini:
Demonstrasi dari saya menggunakan bahasa Indonesia ada di sini:
Masih ingat jumlah cast on yang sudah kita hitung di bagian sebelumnya?
Untuk kasus saya, saya harus membuat CO sebanyak 22 sts. 22 sts ini dibagi di 2 jarum, jadi total masing-masing jarum harus ada 11 sts. CO dengan menggunakan circular maupun dpn ngga ada bedanya ya :)
Setelah cast on, rajut baris pertama dengan knit (1 lingkaran). Bagi rekan2 yang menggunakan 1 circular, jangan lupa untuk memakai stitch marker untuk menandai mulainya baris. Saya saran menggunakan marker berbeda warna untuk menandai awal baris di sisi depan dan sisi belakang kaus kaki.
Tahap 6:
Increase
Pilih metode increase yang akan dipakai. Teman-teman bisa memilih untuk memakai YO (yarn over), Pick up, M1, atau knit and purl dari st yang sama, boleh dicoba.
Increase dimulai setelah baris pertama knit. Biasanya saya akan lakukan pola increase sebagai berikut:
Baris 1 (FS - Front side): knit 1 st (atau 2), increase, knit hingga 1 st (atau 2) sebelum akhir baris, increase, Knit. Pindah ke sisi belakang (BS)
Baris 1 (BS): sama dengan baris 1 (FS).
Baris 2: knit all sts (FS dan BS)
Baris 3 (FS): sama dengan Baris 1 (FS)
Baris 3 (BS): sama dengan Baris 1 (BS)
Baris 4 dan baris genap lainnya: knit all sts (FS dan BS)
Berhenti di baris ganjil setelah increase.
Terus ditambah hingga jumlah sts sesuai dengan hitungan CIR pada perhitungan sebelumnya.
Pada kasus saya, saya harus menaikkan jumlah dari 22 ke 44. Setiap baris bertambah 4 sts. Jadi saya akan membuat 6 baris increase dan 5 baris Knit all sts.
Dari mana dapat 6 baris?
Selisih = 44-22 = 22 sts
Kenaikan per baris increase = 4
Total baris diperlukan hingga mencapai CIR = 22/4 = 5 baris increase + 1/2 baris
Ingat saya sempat bahas soal jumlah ideal sts untuk CO di tahap 4?
Kalau jumlah sts yang di CO adalah 20, misalnya, maka
jumlah sts yang harus ditambahkan: 44-20 = 24 sts
Kenaikn per baris increase = 4 sts
Total baris diperlukan hingga mencapai CIR = 24/4 = 6 baris, pas.
Ada yang ngacung:
Tanya:
Kalau pakai lace weight atau benang tipis gimana? Nambahnya barisnya banyak banget nih...
Atau ada yang merasa jemari kakinya buntet dan jumlah baris increasenya kepanjangan?
Jawab:
Jumlah increase bisa ditambah per barisnya, misal 8 sts per baris.
Bisa juga increase dilakukan di setiap baris, jadi bukan knit all sts di baris genap, tetapi lakukan pola increase seperti pada baris ganjil.
Note: nanti bentuk ujung kaus kakinya kalau jumlah increase-nya lebih banyak akan berbeda sedikit ya, bentuknya jadi lebih landai seperti mangkuk ceper.
Sampai di sini cukup jelas ya? Kalau ada yang bingung, langsung posting aja di grup facebook.
Tahap 7:
Body
Sebelum mulai masuk ke body knit, kita bagi-bagi sts ke jarum dulu ya...
- Untuk circular, saya menyarankan untuk tetap menandai awal st sisi depan dan sisi belakang dengan marker berbeda.
- Untuk pengguna 2 circular, saya saran jumlah sts dibagi menjadi depan di circular A, dan bagian belakang di circular B. Sisi depan tetap dirajut menggunakan circular A, sisi belakang tetap menggunakan circular B. Bisa juga bagian depan pakai circular, bagian belakang pakai dpn. Contoh 2 circular adalah sebagai berikut:
Contoh penggunaan 2 circulars
- Untuk pengguna dpn 4 jarum: Bagian depan dibagi setengah sisi depan untuk jarum 1, setengah sisi depan sisanya di jarum 2, dan sisi belakang di jarum 3. Jarum 4 digunakan untuk merajut.
Kalau di kasus saya, berarti jarum 1 11 sts, jarum 2 11 sts, jarum 3 22 sts.
- Untuk pengguna dpn 5 jarum: Jumlah sts dibagi rata ke 4 jarum, jarum 5 digunakan untuk merajut.
Penggunaan dpn 4 jarum tidak ada perbedaan proses dengan cara lainnya. Namun berdasarkan pengalaman, pakai dpn 3 jarum lebih susah dicoba, soalnya letak jarumnya lumayan mepet. Triknya adalah bagian belakang dirajut dulu setengah jalan, baru dicoba (jadi total ada 4 jarum berjalan di kaus kaki).
Kalau teman-teman ada yang mau langsung jalan 2 kaus kaki, yang bisa dilakukan kalau menggunakan 2 circular atau 1 circular 80 cm. Contoh pemasangannya ada di blog knitty mengenai cast-on yang saya link di atas.
Karena ini adalah sock tutorial yang mudah, jadi untuk bagian body, kita akan pakai seed stitch.
Jadi setelah selesai Baris increase terakhir:
Baris 1 (FS): (k1, p1) hingga st terakhir
Baris 1 (BS): k all sts
Baris 2 (FS): (p1, k1) hingga st terakhir
Baris 2 (BS) dan semua BS): k all sts
Baris 3 dan semua baris ganjil (FS): sama dengan baris 1
Baris 4 dan semua baris genap (FS): sama dengan baris 2
Terus rajut hingga panjang badan kaus kaki 2-3 cm dari target. Berapa targetnya? Ingat kemarin kita sudah menghitung panjang kaki?
Misalnya, panjang kaki 23 cm. Idealnya, kita berhenti membuat body 2-3 cm dari target tersebut. Jadi kita berhenti di 20-21 cm. Kenapa saya pakai kira-kira? Inilah alasan saya memakai toe up: biar bisa dicoba. Jadi daripada pusing menghitung jumlah baris yang diperlukan, lebih gampang dicoba dan dikira-kira sampai sejauh mana badan kaus kaki harus dirajut.
Lakukan perhitungan di bawah hanya kalau ingin menghitung jumlah baris. Kalau mau merajut dengan sistem coba panjang, jumlah baris ngga usah dihitung, nanti aja pakai meteran. (Hidup udah susah, jangan dibuat makin susah...)
Kalau mau menghitung jumlah baris, bisa memakai rumus matematika biasa seperti waktu menghitung jumlah sts yang diperlukan di Tahap 3.
Jumlah total baris (TR):
TR = R/10 cm x P
Jumlah sts Short Row (SRS):
SRS = 1/2 CO
CO = jumlah sts saat CO.
Kenapa pakai jumlah CO, karena pada pembentukan tumit menggunakan short row, lebar sts di tumit akan dikurangi hingga sejumlah CO.
Boleh lebih lebar? Boleh. Ada yang pakai rumus lebar tumit 2/3 CO. Jadi rumusnya 2/3 CO.
Panjang Short Row (SRR):
SRR = (CO - SRR)/2
Ingat bahwa TR adalah:
TR= Jumlah baris CO dan increase + body + Short Row (SR)
Dalam kasus saya:
TR = 32/10 x 23 = 73.6 rows ~ bulatkan ke angka genap = 74 rows Untuk lebar tumit 2/3 CO
SRS = 2/3 x 22 = 14.67 sts
SRR = (22 - 14.67)/2 = 3.67 baris --> bulatkan jadi kelipatan 2 ~ = 4 baris
Jumlah baris CO = 1 + 6 + 5 = 12 baris
Jadi panjang body = 74 - 4 - 12 = 58 baris
Dengan hitungan gauge saya akan berhenti setelah 58 baris.
Berarti saya akan berhenti merajut body di 12 + 58 baris = 21.7 cm. Hitungan sesuai ya...
untuk lebar tumit 1/2 CO
SRS = 1/2 x 22 = 11
SRR= (22 - 11)/2 = 5.5 baris --> bulatkan jadi kelipatan 2 ~= 6
Jumlah baris CO = 12 baris
Jadi panjang body = 74 - 6 - 12 = 56 baris
Jika saya berhenti di 56 baris, berarti saya akan berhenti di 12 + 56 = 21.25 cm
Note bedanya hanya 0.5 cm ya, jadi ga beda jauh memang :)
Berhenti merajut di sts terakhir BS ya.
Ada yang ngacung:
Tanya: kalau saya mau pakai modifikasi pola lain boleh ngga?
Jawab: Boleh. Umumnya, pola di bagian body hanya dipakai di sisi atas. Sisi bawah hanya knit saja. Kalau mau pakai pola sendiri, silakan hitung jumlah sts dan jumlah ulangan yang sesuai, baik lebar (jumlah sts) maupun panjang (jumlah row). Pola ini nantinya bisa diteruskan ke bagian kaki (leg). Kalau lebih keren lagi, polanya bisa dilanjutkan ke sisi depan dan belakang (FS & BS) kaus kaki setelah heels selesai dikerjakan.
Ketemu lagi di tahap Heels/shortrows.
Kalau ada pertanyaan, silakan posting di grup ya...
Sesuai dengan kurikulum yang sudah disebutkan, untuk pertemuan pertama saya akan menjelaskan soal mengukur dan menghitung.
Tahap 1:
buat SWATCH alias contoh bahan.
Caranya, cast on dengan metode biasa (long tail) dengan jumlah stitch yang cukup untuk rajutan selebar 10 x 10 cm. Rajut bolak balik hingga mencapai ukuran 10 x 10 cm. Rajutan swatch bisa knit all stitch (garter), atau knit pada right side (RS) dan purl pada wrong side (WS).
Benang yang digunakan untuk SWATCH adalah benang yang akan dipakai untuk merajut kaus kaki. Jarum yang digunakan adalah jarum yang sesuai dengan saran dari produsen benang (biasanya tertulis di label), atau disesuaikan agar kerapatan benang sesuai dengan saran produsen, atau disesuaikan dengan keperluan kita (ingin lebih rapat, lebih renggang, atau yang enak di tangan aja).
Setelah selesai membuat SWATCH, taruh di atas permukaan datar yang bisa ditusuk, misalnya kasur atau foam alas duduk yang mirip puzzle. Pin dengan jarum di pinggir-pinggir rajutan (ingat, minimal 10 x 10 cm, jadi kalau bisa buat lebih lebar). Kemudian ukur 10 x 10 cm pada swatch tersebut, tandai, dan hitung jumlah baris serta jumlah sts yang ada dalam tanda 10 x 10 tersebut.
Contoh swatch bisa dilihat di blog ini, dan contoh swatch yang sudah di-pin dapat dilihat di gambar berikut:
(gambar dari https://www.mybluprint.com/article/this-is-the-right-way-to-swatch-in-the-round)
Setelah diukur, akan didapat jumlah S sts dan R rows.
Tips: jika tidak ingin "membuang benang" dengan melakukan swatch, selesaikan swatch tanpa memotong benang dari gulungannya. Setelah pengukuran swatch selesai, bongkar swatch dan gulung kembali.
Tahap 2:
Ukur kaki yang akan dibuatkan kaus kakinya.
Gunakan meteran khusus jahit. Kalau tidak ada, bisa gunakan seutas benang, kemudian ukur panjang benang menggunakan mistar biasa.
Didapat lingkar kaki (L) dan panjang (telapak) kaki (P) dalam cm.
Tahap 3:
Rumus Jumlah sts untuk melingkari badan kaki:
CIR = S/10 cm x L
Misalnya, dalam kasus saya:
S x R = 22 sts x 32 Rows
L x P = 22.5 cm x 23 cm
Maka jumlah sts untuk cast on dapat dihitung menjadi:
22/10 cm x 22.5 = 49.5 sts.
Menghitung pembulatan bisa naik atau turun, bergantung dari apakah kita ingin lebih ketat (kaus kaki biasa), atau agak longgar (misal kaus kaki tidur). Untuk kaus kaki biasa, jumlah total sts dikurangi 10%-nya. Jadi:
49.5-4.95 = 44.55 sts.
Kemudian, jumlah total sts ini akan disesuaikan lagi dengan jumlah ribbing yang rencananya akan saya buat. Ribbing penting untuk leher kaus kaki, karena bagian ini yang akan menjadi "karet" agar kaus kaki tidak mudah melorot. Struktur ribbing (k, p) membuat struktur rajutan menjadi lebih rapat, namun cukup stretchy.
Misalnya, saya berencana membuat:
- Ribbing 2 x 2 (k2, p2)
Maka jumlah pembulatan sts harus bisa dibagi 4.
Pembulatan bisa ke 40, 44 sts, atau 48 sts.
- Ribbing 3 x 3 (k3, p3)
Maka jumlah pembulatan sts harus bisa dibagi 6.
Pembulatan bisa ke 42 sts, atau 48 sts.
Saya memilih 44 sts.
Tahap 4:
Hitung jumlah sts untuk di-cast on (CO):
Jumlah sts untuk cast on adalah 1/2 dari total sts yang dibutuhkan (CIR).
CO= 1/2 x CIR
Dalam hal ini, Saya sudah memutuskan akan menggunakan 44 sts. Maka:
CO = 1/2 x 44 sts
CO = 22 sts.
Maka saya harus membuat CO sebanyak 22 sts.
Note: Idealnya, jumlah sts CO tidak ganjil jika dibagi 2. Tapi berhubung ini ngerajutnya suka-suka, boleh lah yah ambil 22. Idealnya 20 atau 24 (berkaitan dengan increase di tahap 6).
Sekian Toe-Up sock tutorial part 1. Ketemu di tahap berikutnya ya...
Kalau ada pertanyaan, silakan post di facebook group ^^.
As this posting is for my Indonesian friends, the toe up sock tutorial set will be written in Indonesian.
Halo teman-teman knitters,
Tutorial kaus kaki akan dibagi menjadi 4 bagian ya:
1) mengukur dan menghitung
2) cast on + badan
3) heels (short rows) + leg
4) ribbing + stretchy bind off
Bahan:
Benang yang lembut untuk kaus kaki
Contoh material: akrilik, poliester, wool, atau cotton yang cukup empuk (bukan katun bali atau lokal ya... tapi kalau mau coba ya monggo...).
Ketebalan benang disarankan tidak lebih tipis dari sport-weight. Semakin tipis benang, semakin banyak stitch yang harus dibuat.
Ukuran hasil:
Bisa diatur. Ukuran disesuaikan dengan keinginan perajut (cara hitung diajarkan).
Kalau cuma pingin coba rajut kaus kaki tapi pingin cepat beres, bikin kaus kaki bayi/anak2. Atau bikin sebelah warna merah/hijau buat dekor natal (taun depan :p)
Alat:
Dpn atau circular sesuai ukuran benang
Disarankan dpn terdiri dari 5 jarum (supaya lebih gampang). Kalau ngga punya ya 4 juga gapapa.
Circular lebih baik minimal 60 cm, atau 2 circular.
Hi all... Since you are all already quite experienced... You can use almost all type of CO to start My Heaven. I personally uses long tail cast on. You can also use knitted cast on if it's easier for you.
On the straight edge, odd numbered rows, the pattern asked for yo+k2tog. The yo is actually to ease you in picking up sts later.
Do the yo by wrapping the yarn on the needle.
And then do the k2tog.
The straight edge should look loopy like this:
Dont forget that you have to do knit garter before you start the lace chart.
Those who are first to work with double sided lacework, please consider to use lifeline on every row until you are confident to work with the pattern. You can find my tutorial for hassle free lifeline in this blog as well (http://nenengceriwis.blogspot.sg/2012/01/tutorial-hassle-free-lifeline.html)
Back again with the tutorial for the shawlette, kembali ke tutorial membuat shawlette,
Now that we already done with the garter stitch tab, we are on to the first row. sekarang kita sudah menyelesaikan garter stitch tab, dan kita lanjut ke baris pertama.
Basically, you have to do this pattern:
Row 3: k2 (edgings), yo, k, yo, k (center st), yo, k, yo, k2 (edgings)
I made it into: k2, yo, k, yo, put marker, k, yo, k, yo, k2.
Row 4: k2 (edgings), purl to marker, slip marker, purl to last 2 sts, k2 (edgings).
Let's start!
Wait... let me remove my breakfast...
k2 the edgings. knit kedua sts pinggiran syal
yarn over.
knit and yarn over again.
bring the marker in! masukan cincin penanda
back to knit (center st) kembali merajut (st tengah)
yarn over
knit and yarn over.
knit the 2 edging sts. knit kedua sts pinggir.
Finish row 1! baris pertama selesai!
Second row, knit 2 edging sts. Baris kedua, knit kedua sts pinggiran.
Purl until you meet the marker. purl hingga ketemu cincin penanda.
slip the marker from left to right needle pindahkan penanda dari jarum kiri ke kanan
Back to purling, until the last 2 sts. kembali purl hingga 2 sts tersisa di jarum kiri.
knit 2 sts of the edging sts. Knit kedua sts dari sts pinggir.
Finish row 2! baris kedua selesai!
For row 3 and subsequent odd rows, always remember: Jadi, untuk baris 3 dan ganjil seterusnya, ingat pola berikut:
k2 (edgings), yo, knit to marker, yo, slip marker, knit center st, yo, knit to last 2 sts, yo, k2 (edgings).
For row 4 and subsequent even rows, you need to: untuk baris 4 dan genap seterusnya, anda harus:
k2 (edgings), purl to marker, slip marker, purl to 2 sts left, k2 (edgings).
This video will describe better (I speak Indonesian, but I give english caption).
- why did I use only 1 marker?
You can use as many as you wish. I put just one so that I know that I am on the right side (RS) or wrong side (WS).
back again with garter stitch tutorial with photos instead of video.
First, make a slip knot pertama-tama, buat slip knot untuk memulai
Bring both needle together, one on top of the other. And then, you pull the yarn in between both needles. Hold the other end of the yarn to keep the st still.
Pegang kedua jarum bersebelahan, yang satu ada di atas yang lainnya. Kemudian, tarik benang ke tengah antara kedua jarum. Pegang ujung lain dari benang supaya st tidak kemana-mana.
Bring the yarn to the front, and then over to the back of the top needle bawa benang ke arah atas, lalu ke belakang jarum yang ada di atas.
Bring back the yarn to the in between of the needles. Bawa kembali benang ke antara kedua jarum.
Bring the yarn down to the front of the lower needle, and then to the back of the needle. bawa benang ke arah bawah di depan jarum yang ada di bawah, lalu ke belakang jarum.
Bring back the yarn into the in between of the needles. bawa kembali benang ke antara kedua jarum.
Bring the yarn again to circle the top needle, and bring back to the in between of the needles. bawa kembali benang mengelilingi jarum yang atas, dan bawa kembai ke antara jarum.
Rotate the needles from left to right. See where the needles are now pointing. Putar jarum dari arah kiri ke arah kanan. Lihat arah jarum sekarang menunjuk ke mana.
Pull the needle that is currently positioned below from the sts, now the sts are on the cable. Tarik jarum yang sekarang posisinya ada di bawah dan keluarkan sts dari jarum, sekarang sts ada di kabel jarum.
The pulled needle became right needle, and ready to knit. Jarum yang tadi ditarik sekarang menjadi jarum yang di kanan, dan siap untuk merajut.
Knit the first st. tusuk atas (knit aja lah yah) st pertama.
Knit the second stitch. knit st kedua.
We have finished the first row of the garter tab. Turn the work and knit again, until you complete row 7. Sekarang kita sudah selesai mengerjakan baris pertama dari garter tab. Putar rajutan dan mulai knit kembali hingga baris ke-7.
We have finished the 7th row. Now, we have 2 sts on our right needle, and we are ready to pick up 3 sts from the garter ridges. Sekarang kita sudah selesaikan baris ke-7. Kita punya 2 sts di jarum kanan, dan kita siap untuk membuat 3 sts baru dari pinggiran garter.
Pick up the first garter ridge with your left needle, and knit from it. Ambil dan angkat ridge (jendolan?) garter pertama dengan menggunakan jarum kiri, lalu knit dari st tersebut.
Do the same on the second and third ridges. Lakukan hal yang sama pada ridge/jendolan kedua dan ketiga.
Now you have 5 sts on your right needles. You are going to knit the 2 sts that is still "hanging" in the cable. Sekarang sudah ada 5 sts di jarum kanan. Kita akan merajut 2 sts yang masih menggantung di kabel jarum.
First, pull the cable so that the sts on the cable moved onto the left needle. Pertama-tama, tarik kabel jarum sehingga 2 sts yang menggantung di kabel tersebut pindah ke atas jarum kiri.
Knit the sts on the left needle. Rajut kedua sts di jarum kiri.
And now you have 7 sts on your right needle. Sekarang sudah ada 7 sts di jarum kanan.
This garter tab later will knitted and it's the garter tab just above the two lace hole pair on the below shawl. Garter tab akan menjadi garter tab yang terletak tepat di atas sepasang lubang lace di shawl bawah ini.
It looks just straight enough and you can't barely see the start of the tab. Tab terlihat lurus dan titik awal dari tab nyaris tidak bisa dibedakan.
Hello, I am nenengceriwis, and you can call me neneng.
I am a crafter that is disguised as a plant scientist, love working with yarns as much as working with plants. My hands are always under a constant itch to create something.
Ceriwis means talkative. In an extreme way, ceriwis can be too annoying. Pakupis is actually means hectic, while you know what it mean to be a narcissist.
Hm, does this means that I am talkative about myself being busy doing craft?